SIARAN PERS

Peranan Data Geologis dalam Mitigasi Bencana (Hasil Pemeriksaan BPK)

24 Juli 2017

Gempa bumi dan tsunami tahun 2004 di Aceh telah merenggut sekitar 265 ribu jiwa, merusak infrastruktur dan melumpuhkan kehidupan. Letusan Gunung Merapi 2010 menelan korban sekitar 367 jiwa dan letusan dahsyat Gunung Kelud 2014 meski tidak menimbulkan korban jiwa namun abunya telah mengganggu transportasi udara. Kejadian gerakan tanah di beberapa wilayah rawan longsor seperti yang terjadi baru baru ini di Ponorogo menyebabkan korban jiwa dan harta benda yang tidak sedikit. Selain Peristiwa di atas masih banyak kejadian lainnya, yang telah menelan korban jiwa dan kerugian harta benda yang menuntut perhatian kita.

Menanggapi berbagai peristiwa Bencana Geologi di tanah air tersebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memandang penting untuk mengadakan pertemuan dengan Badan Geologi KESDM sebagai instansi teknis yang menangani kebencanaan geologi serta ITB yang juga melakukan penelitian tentang mitigasi bencana. Untuk itu Rektor ITB, Kadarsyah Suryadi diundang menjadi pembicara kunci pada pertemuan nasional yang mengusung tema "Peranan Data Geologis dalam Mitigasi Bencana, (Hasil Pemeriksaan BPK)".

Pembicara dari BPK, Rizal Djalil akan menyampaikan paparannya terkait hasil pemeriksaan BPK terhadap kinerja Badan Geologi di bidang mitigasi bencana geologi. Pihak BPK juga mengundangn narasumber teknis dari ITB Harkunti Pertiwi Rahayu ahli di bidang pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan dan Ego Syahrial Kepala Badan Geologi. Perwakilan ITB diundang untuk memaparkan materi terkait perspektif penanggulangan bencana serta pemulihannya dari sudut pandang akademis.

» selengkapnya unduh pdf