BERITA UTAMA

Roadshow Festival Film di Ambon: Partisipasi Aktif dan Cerdas dari Kota Sumber Seniman

12 Mei 2018

Setelah hadir terlebih dahulu di kota Aceh, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) bekerja sama dengan United States Agency for International Development (USAID) dalam proyek USAID CEGAH, kembali melakukan Roadshow Festival Film Kawal Harta Negara (FFKHN) 2018 di kota Ambon, Maluku. Acara ini berlangsung di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Provinsi Maluku pada Sabtu (12/5) waktu setempat, dengan menghadirkan tamu undangan Anggota II BPK, Agus Joko Pramono, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Maluku, Muhammad Abidin, Inspektur Pemerolehan Keyakinan Mutu Pemeriksaan BPK, B. Dwita Pradana, Program Manager USAID CEGAH, Ary Nugroho, Sutradara film, Ismail Basbeth, serta Communication Expert of UN and Co-Founder NETCJ, Dewi Laila Sari. Kegiatan roadshow di Ambon ini dimulai dengan pemutaran film pemenang FFKHN Tahun 2017 dari beberapa kategori berjudul “Gosip” dan “Takut Pacar”.

Dalam laporannya, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Maluku, Muhammad Abidin, di antaranya menyebutkan bahwa tujuan kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara BPK dan USAID dalam bentuk festval film ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan publik dalam mendukung tugas dan fungsi BPK. Target peserta kegiatan ini adalah siswa sekolah maupun perguruan tinggi, komunitas film, lembaga perfilman nasional dan kalangan jurnalis. “Tidak hanya kompetisi film, namun kegiatan ini ditujukan untuk menciptakan gerakan sosial yang nyata dalam mendukung tugas BPK mengawal harta negara”, jelasnya.

Anggota II BPK, Agus Joko Pramono, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya bersama BPK dan USAID untuk melakukan pencegahan korupsi di tanah air, dengan mendorong keterlibatan masyarakat untuk memahami tugas BPK. “BPK adalah lembaga yang memeriksa semua keuangan negara, kita periksa TNI, kita periksa Kepala Desa, kita periksa Bupati dan lain sebagainya. Tidak ada institusi yang menggunakan uang negara yang tidak diperiksa oleh BPK. Adik-adik dapat membuka website BPK, www.bpk.go.id. Di sana ada banyak penjelasan terkait kompetisi film dan juga tugas-tugas BPK. Silahkan tanya-tanya kepada Kepala Perwakilan untuk pembuatan film ini atau tanya apa suka dukanya dalam bekerja.” Jelas Anggota II BPK di depan seluruh pelajar dan mahasiswa peserta roadshow.

Lebih lanjut, Anggota II menjelaskan bahwa kota-kota roadshow dipilih karena potensi partisipasi masyarakat yang tinggi dan merupakan kota sumber seniman. Dengan mengusung tema refleksi perspektif publik tentang apa itu BPK dan bagaimana BPK bekerja, diharapkan bahwa masyarakat dapat menangkap perspektif bahwa yang paling mendasar dalam bekerja, harus menjaga Independensi, Integritas dan Profesionalisme. “Itu inti dasar BPK dalam bekerja. Tanpa inti dasar tersebut, pekerjaan di BPK itu percuma, karena BPK pada prinsipnya tidak mencari perbuatan jahat, tapi apakah yang dilakukan sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau tidak.” Tegasnya. Anggota II BPK berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya sekerdar festival, tetapi dapat menjadi visi misi bersama, mendorong pemeriksaan keuangan negara yang berkualitas dan bermanfaat, serta mengharapkan partisipasi masyarakat yang aktif dan cerdas dalam mendukung kerja BPK.

Rangkaian acara roadshow dilanjutkan kembali dengan pemutaran film pemenang FFKHN 2017 berjudul “Ir. Sumarno” dan talkshow oleh narasumber BPK, B. Dwita Pradana, mengenai pengenalan tentang apa itu BPK, bidang tugas dan cara kerjanya, serta hal kerja sama dengan USAID dalam upaya mengawal harta negara. Pada sesi selanjutnya, narasumber dari kalangan perfilman nasional, sutradara Ismail Basbeth, memberikan penjelasan dan pengalamannya dalam teknis pembuatan film secara profesional. Narasumber dari USAID, Ary Nugroho, serta pakar citizen journalism, Dewi Laila Sari, menjadi pemungkas acara roadshow kali ini, dengan memberikan penjelasan dan tanya jawab masing-masing terkait USAID dan program FFKHN, serta bagaimana teknis membuat video citizen journalism dengan baik.