BERITA UTAMA

BPK dan Komisi XI Gelar Pertemuan Bahas Hasil Pemeriksaan

JAKARTA, Humas BPK - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna menggelar pertemuan dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Kantor Pusat BPK, di Jakarta pada Senin (3/2).

Ketua BPK mengatakan, dalam pertemuan tersebut BPK dan Komisi XI DPR membahas mengenai progres pemeriksaan terhadap PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT. ASABRI (Persero).

"Kita baru saja menyelesaikan rapat konsultasi antara BPK dengan Komisi XI DPR RI. Beberapa topik tadi disampaikan terkait progres pemeriksaan terhadap PT. Jiwasraya dan PT. ASABRI," ungkap Ketua BPK pada konferensi pers usai pertemuan.

Ketua BPK, pada pertemuan itu, juga menyampaikan kepada Komisi XI beberapa hal terkait dengan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap mitra kerja Komisi XI. Antara lain terkait dengan hasil pemeriksaan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Layanan Umum (BLU) serta sejumlah isu-isu lain terkait dengan pengelolaan keuangan negara.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua BPK didampingi Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono dan para Anggota BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara. Ketua BPK menyampaikan, bahwa BPK dan Komisi XI telah menyepakati beberapa hal, di antaranya terkait dengan pemeriksaan yang akan dilaksanakan.

"Ada pemeriksaan tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga ada saran-saran kepada BPK untuk melakukan pemeriksaan secara reguler terhadap Penyertaan Modal Negara yang digunakan oleh BUMN," ungkapnya di hadapan wartawan.

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto mengatakan Rapat Konsultasi ini dilaksanakan sehubungan dengan progres pemeriksaan investigasi, khususnya mengenai PT. Jiwasraya, PT. ASABRI, dan OJK.

Dito Ganinduto yang pada kesempatan tersebut didampingi para Anggota Komisi XI DPR mengatakan, BPK dan Komisi XI telah menyepakati bahwa tujuan pemeriksaan investigas dimaksud adalah mencari solusi.

"Jadi pemeriksaan ini dalam rangka mencari solusi, solusi yang paling utama adalah mengembalikan hak para nasabah (sebanyak 5,5 juta nasabah), termasuk 17.000 yang melakukan investasi di PT. Jiwasraya," jelasnya.

Kegiatan rapat konsultasi ini merupakan upaya DPR, khususnya Komisi XI dalam rangka mendapatkan informasi lebih jelas terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK. Selain untuk memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan BPK, pertemuan konsultasi dapat membahas hal-hal yang perlu mendapat perhatian DPR terkait dengan pengelolaan keuangan negara sebagai masukan kepada DPR.

Bagikan konten ini: