BERITA UTAMA

BPK Meningkatkan Perannya sebagai Pemeriksa Eksternal pada Lembaga-Lembaga Internasional

03 Oktober 2019

JAKARTA, Humas BPK – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyelenggarakan Focus Group discussion (FGD) dengan tema “Peluang BPK menjadi Pemeriksa Eksternal dan Internal pada Lembaga-Lembaga Internasional”, pada Kamis (3/10/2019).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal BPK, Bahtiar Arif, Kepala Badan Diklat PKN, Hery Subowo, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Kemenlu, Febrian A. Ruddyard, Kepala Biro Humas dan KSI, Juska Meidy Enyke Sjam dan Kepala Direktorat Penelitian dan Pengembangan, Dwi Setiawan Susanto serta para peserta FGD yang merupakan pemeriksa BPK yang berperan sebagai Tim Pemeriksa International Atomic Energy Agency (IAEA) dan The International Anti-Corruption Academy (IACA).

Dalam sambutannya Bahrullah Akbar menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Kemenlu yang telah membantu dan memfasilitasi pemenangan BPK sebagai pemeriksa eksternal pada IAEA selama 2 periode sejak 2016 hingga 2019, dan pada IACA periode 2016-2017 dan 2019-2021. Kemenlu pada saat ini juga sedang mendukung BPK dalam proses seleksi sebagai pemeriksa eksternal di International Maritime Organization dan United Nations Industrial Development Organization.

“Saya berharap waktu ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga pada akhir FGD ini kita dapat merumuskan bersama usulan strategi terbaik dalam mendukung peningkatan peran BPK sebagai pemeriksa eksternal dan internal pada lembaga-lembaga internasional. Sehingga ke depannya, BPK dapat lebih berkiprah dan menoreh prestasi di dunia internasional, baik berperan sebagai pemeriksa eksternal atau internal di lembaga-lembaga internasional”, ungkap Bahrullah Akbar.

Dalam laporannya Sekretaris Jenderal BPK mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat menyamakan persepsi, menggali dan membuka peluang BPK yang lebih besar sebagai pemeriksa di lembaga internasional, membangun komitmen, dan menyusun strategi bersama untuk pencapaiannya. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa peran ini tidak hanya akan meningkatkan kredibilitas BPK dan menunjukkan pentingnya kontribusi Kemenlu dalam prosesnya, namun juga menambah pengalaman para pemeriksa BPK di dunia internasional.