BERITA UTAMA

OJK Serahkan Laporan Keuangan Tahun 2020 (Unaudited) kepada BPK

JAKARTA, Humas BPK – Untuk memastikan akuntabilitas OJK, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pemeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara memiliki mandat untuk menilai kewajaran penyajian laporan keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, menilai efektifitas Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BPK Agung Firman Sampurna saat memberikan sambutan dalam kegiatan Penyerahan Laporan Keuangan OJK Tahun 2020 (Unaudited) serta Entry Meeting Pemeriksaan atas Laporan Keuangan OJK Tahun 2020, yang diselenggarakan di Kantor Pusat BPK, pada Rabu (17/02/2020).

Ketua BPK menyatakan bahwa sebagai institusi keuangan yang modern, OJK telah senantiasa memanfaatkan teknologi informasi yang mutakhir untuk mengelola data keuangannya, sebaliknya pemeriksa BPK juga harus memanfaatkan teknologi informasi dalam pemeriksaan OJK.

Ketua BPK menambahkan bahwa BPK telah berkomitmen untuk memanfaatkan secara intensif teknologi digital dan Big Data Analytics dalam melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

“Penerapan Big Data Analytics ini nantinya tidak berhenti pada pemeriksaan penanganan pandemi Covid-19 saja, namun akan terus direplikasi dan dikembangkan pada pemeriksaan BPK selanjutnya, baik dalam Pemeriksaan atas Laporan Keuangan, Pemeriksaan Kinerja maupun dalam Pemeriksaan dengan Tujuan tertentu,” ungkap Ketua BPK.

“Transformasi digital dan penerapan Big Data Analytics tersebut menjadi salah satu inisiatif strategis dalam Rencana Strategis BPK periode 2020 – 2024, untuk mendukung peningkatan fungsi oversight dan insight menuju foresight, sehingga kehadiran BPK dapat memberikan nilai tambah dan manfaat bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Pada kesempatan ini Anggota II BPK/ Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara II Pius Lustrilanang dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan OJK sudah berlangsung sejak OJK berdiri yaitu Laporan Keuangan OJK Tahun 2013. Pada tahun 2016 – 2018, BPK memberikan Penekanan pada Suatu Hal dalam Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang dikarenakan masih terdapat permasalahan yang masih perlu mendapatkan perhatian.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan OJK Tahun 2019, OJK telah menyelesaikan permasalahan yang menjadi perhatian BPK, sehingga BPK memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan OJK Tahun 2019. BPK menyampaikan apresiasi atas usaha dan komitmen OJK untuk tetap menjaga kualitas laporan keuangan sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik,” ujar Anggota II BPK.

Anggota II BPK menjelaskan bahwa dalam Pemeriksaan atas Laporan Keuangan OJK Tahun 2020, BPK akan memfokuskan pada area yang berisiko dan signifikan terhadap penyajian Laporan Keuangan OJK, antara lain yaitu:

  1. Pendapatan, Beban serta Penerimaan dan Pengeluaran Kas atau Realisasi Anggaran,
  2. Pengadaan dan Penatausahaan Aset,
  3. Pendanaan Imbalan Kerja Jangka Panjang Lain dan Imbalan Pascakerja OJK, serta
  4. Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan sebelumnya.

Selain itu Anggota II BPK juga menyebutkan bahwa penentuan fokus pemeriksaan dalam pemeriksaan ini didasarkan pada hasil penilaian risiko yang dilakukan selama pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan OJK per 30 Juni 2020.

“Pada saat ini kita masih harus menghadapi suasana ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Sehubungan dengan hal tersebut, kita sepakat bahwa faktor keselamatan dan kesehatan adalah yang paling utama. Namun demikian, tugas dan fungsi institusi harus tetap berjalan. Berkaitan dengan hal tersebut, pelaksanaan pemeriksaan harus mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dan secara khusus yang diterapkan di lingkungan OJK,” tutupnya.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan Laporan Keuangan OJK Tahun 2020 (Unaudited) yang diserahkan secara langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso kepada Ketua BPK, dan selanjutnya Anggota II BPK menyerahkan secara simbolis Surat Tugas Pemeriksaan atas Laporan Keuangan OJK Tahun 2020 kepada Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida.

Hadir dalam kegiatan ini para Anggota Dewan Komisioner OJK, Auditor Utama Keuangan Negara II Laode Nusriadi, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Auditorat Utama Keuangan Negara II dan Tim Pemeriksa BPK.

Bagikan konten ini: