BERITA UTAMA

Anggota IV BPK Memimpin Exit Meeting atas Pemeriksaan Kinerja IAEA Tahun 2019

19 November 2019

AUSTRIA, Humas BPK - Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) Isma Yatun memimpin Exit Meeting atas Pemeriksaan Kinerja Badan Energi Atom Dunia (International Atomic Energy Agency/IAEA) Tahun 2019 terkait Lingkup Perlindungan Nuklir pada Jumat, 15 November 2019 bertempat di Vienna International Center, Austria.

Pada pertemuan tersebut, Anggota IV didampingi oleh I Gede Sudi Adnyana dan Fitriyah, masing-masing sebagai Pengendali Teknis dan Ketua Tim Pemeriksaan Kinerja, beserta Anggota Tim, yaitu Anne R. Sitorus, Dini F. Mariani, Budi Setiawan, Bulkhaira, dan Rakhmat L. Mosii.

Sementara itu, dari pihak IAEA dipimpin oleh Massimo Aparo selaku Deputi Perlindungan Nuklir dan juga dihadiri oleh Fred Claude dan Sinisa Gligic, serta Tristan Bauswein masing-masing dari Bidang Evaluasi dan Divisi Keuangan.

Anggota IV BPK menyampaikan bahwa pemeriksaan BPK telah berpedoman pada International Standards for Supreme Audit Institutions (ISSAI) yang bertujuan untuk menilai efektivitas pengelolaan penunjang perlindungan guna memperkuat upaya perlindungan nuklir.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, diketahui bahwa entitas telah mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan fungsinya, yang juga menjadi area kunci pemeriksaan BPK, yang meliputi konsep dan perencanaan, implementasi perlindungan, analisis informasi, evaluasi efektivitas, serta kaitannya dengan penyediaan SDM dan pengkoordinasian penerapan nuklir sehingga dapat memberikan manfaat kepada para Negara Anggota.

Tanpa mengurangi pencapaian dimaksud, Anggota IV BPK juga menegaskan hal-hal yang perlu mendapat perhatian dan perbaikan, antara lain (i) kewajiban berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendorong perjanjian upaya perlindungan nuklir dalam meningkatkan hasil jangkauannya (outcome’s outreach) secara keseluruhan, utamanya terkait simpulan perjanjian perlindungan dan protokol tambahan; (ii) pentingnya peningkatan kesadaran Negara Anggota untuk menetapkan akuntansi material nuklir; dan (iii) perlunya peningkatan perangkat pemantauan untuk memperoleh data yang lebih baik sebagai dasar analisis kebutuhan pelatihan pada entitas, utamanya dalam lingkup sistem manajemen pembelajaran.

Atas hasil pemeriksaan yang disampaikan tersebut, entitas mengapresiasi pemeriksaan kinerja oleh Tim BPK atas hal pokok yang bersifat sensitif dan rahasia dengan memberikan tanggapan positif atas temuan serta usulan rekomendasi yang diberikan. Pada akhir pertemuan, Anggota IV BPK juga mengucapkan terima kasih kepada entitas atas komunikasi yang telah berjalan baik dan kepercayaan yang diberikan selama pemeriksaan berlangsung.