BERITA UTAMA

Menyambut Hari Kartini, BPK Gelar Bincang Online Pemberdayaan Perempuan

JAKARTA, Humas BPK - Dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2021, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyelenggarakan kegiatan Bincang Online 1st Edition Women's Leadership Sharing Session : Heart To Heart dengan mengangkat tema "Women Empowerment: A Challenge In New Millennium". Kegiatan ini diselenggarakan secara fisik terbatas di Kantor Pusat BPK dan secara virtual, pada Jumat (23/04).

Ketua BPK Agung Firman Sampurna dalam pemaparannya sebagai keynote speaker dalam acara ini, menyampaikan bahwa isu gender dan inklusivitas menjadi salah satu tema yang menguat seiring dengan meningkatnya peran perempuan di berbagai sektor. Jika pandangan tradsional memandang hanya cocok berkarya di rumah tangga, dalam dua dasawarsa terakhir kiprah perempuan mulai merambah pada sektor-sektor yang didominasi dengan sebutan dunia laki-laki.

Lebih lanjut Ketua BPK menyebutkan perubahan peran perempuan menjadi suatu paradigma baru, dimana perempuan bukan menjadi pesaing kaum laki-laki, namun menjadi pendamping untuk memperkuat kinerja sektor-sektor yang sebelumnya kental dengan dominasi laki-laki. Perempuan secara bertahap mampu bersanding dalam kinerja, kekuatan dan kemampuan individu dalam dunia yang sebelumnya dipandang sebagai hal yang mustahil dimasuki oleh kaum perempuan."

"Dalam dasawarsa terakhir, dan bahkan dengan adanya pandemi Covid-19 peran perempuan menjadi semakin dominan tidak hanya di Indonesia namun juga di lingkungan global. Kebijakan jumlah keterwakilan perempuan dalam sektor publik dan privat menjadi prioritas di setiap negara. Eksistensi perempuan yang menjadi leader di sektor publik dan privat semakin menguat seiring dengan semakin tersedianya pendidikan, fasilitas dan dukungan bagi pemberdayaan perempuan yang tidak bias gender," ungkap Ketua BPK.

Ketua BPK menambahkan bahwa Bincang Online ini mengangkat tema tentang Women Empowerment: A Challenge in New Millennium yaitu tentang bagaimana pendekatan pemberdayaan (Empowerment) dipandang sebagai suatu strategi efektif yang menempatkan perempuan bukan hanya sebagai obyek pembangunan semata, melainkan sebagai subyek pembangunan yang potensial sehingga harus dilibatkan guna menunjang proses pembangunan khususnya menghadapi millenium saat ini dan yang akan datang.

"Di Indonesia, saat ini keberadaan perempuan secara jumlah hampir seimbang dengan jumlah laki-lai, maka untuk itu diperlukan strategi yang tepat dalam meningkatkan kesetaraan partisipasi laki-laki dan perempuan termasuk dalam keterbukaan akses yang setara dan kontrol yang seimbang menjadi prasyarat, sehingga dapat diperoleh manfaat secara adil dan merata," jelasnya.

Acara Bincang Online ini dipandu langsung oleh Anggota IV BPK/ Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara IV Isma Yatun yang merupakan pimpinan perempuan pertama di BPK sejak BPK berdiri pada tahun 1947 dan menghadirkan dua narasumber perempuan inspiratif yaitu Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar dan Direktur Hukum TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Tetty Melina Lubis.

Hadir secara online dalam acara ini Anggota I BPK/ Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I Hendra Susanto, Anggota III BPK/ / Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara III Achsanul Qosasi, Anggota V BPK/ Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V Bahrullah Akbar, Ketua BPK periode 2017 - 2019 Moermahadi Soerja Djanegara, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letjen TNI Bakti Agus Fajari, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan selakau Ketua Asosiasi Auditor Internal Pemerintah Indonesia (AAIPI) Sumiyati, Presiden Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia Chapter Gatot Trihargo, para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta struktural di lingkungan BPK, KPK, TNI serta perguruan tinggi.

Bagikan konten ini: